- MULTIKULTURALISME
- . KARAKTERISTIK KERAGAMAN 1. Terjadinya segmentasi atau pembagian ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu sama lain. 2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi) 3. Secara relatif, sering kali terjadi konflik antara kelompok yang satu dan kelompok yang lain.PIERRE L.VAN DEN BERGHE Dikutip dari buku sosiologi halaman 159 , dan di ambil secara garis
- . MASYARAKAT MULTIKULTURALISME DANMASYARAKT MAJEMUK Tidak ada sistem Menitikberatkan norma dan budaya keanekaragaman suku yang dianggap lebih bangsa dan tinggi dari pada kebudayaannya budaya lain. Kesetaraan/ Menganggap budaya kesederajatan sendiri lebih baik. kebudayaan yang ada dalam sebuah masyarakat adalah sama (sederajat)
- . TUJUAN MASYARAKATMULTIKULTURALISME ? Agar setiap kelompok masyarakat yang berbeda dapat saling menghargai sehingga kehidupan harmonis dapat terwujud
- . APA YANG MEMPENGARUI PERLUNYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL? HAM GLOBALISME PROSES DEMOKRASI
- . Hambatan yang dihadapi dalam menjunjung konsep multikulturalisme Narsisime budaya Pertentagan anatara budaya Barat dan Budaya Timur Pluralisme Pandangan yang patrenalistis Indigenous culture Pandangan negatif penduduk asli terhadap orang asing yang dapatberbicara mengenai kebudayaan penduduk asli
- . Keadaan geografisIndonesia Pengaruh kebudayan asing Iklim yang berbeda Pembangunan
- . Masyarakat Eksklusif Masyarakat yang merasa takut terhadap pengaruh budaya lain yang mereka angap dapat merusak budayanya.Masyarakat Inklusif Masyarakat yang akomodatif terhadap budaya lain sehinga mereka cenderung mudah berhubungan dengan masyarakat lain dan mengangap budaya setiap angota masyarakat memiliki harkat yang sama
- . Masayarakat konservatif Masyarakat yang tidak suka terhadap perubahan karena mengangap budanya mereka telah sempuraMasyarakat Modern Masyarakat yang cenderung menyukai perubahan sesuai dengan kebutuhanya yang semakin berkembang dan kompleks
- . Masyarakat desaMemiliki ciri:1. Angotta komunitasnya kecil2. Hubungan anatar individu bersifat kekeluargan3. Religius magis Masyarakat kotaMemiliki ciri:1. Pola pikir cenderung rasional2. Bersifat induvidualisme3. Masyarakatnya cenderjung sekuler
- . Masyarakat pertanianFase-fase perkembangan:1. Meramu & mengumpulkan makanan (food gathering)2. Ladang berpindah3. Bercocok tanam menetapMasyarakat nelayan Sebagian besar merupakan nelayan miskin yang tidak memiliki modal usaha besarMasyarakat industri
- . Masyarakat TradisionalMasyarakat Modern
- . Masyarakat Tradisional Masyarakat Modern Masih memegang teguh pada Telah mengalami transformasi tradisi leluhurnya ilmu pengetahuan dan Masyarakat cenderung teknologi bersikap tertutup dan Besifat terbuka terhadap hal- menaruh curiga terhadap hal yang baru unsur budaya asing karna Menghormati hak dan dianggap merusak kewajiban serta kehormatan keharmonisan pihsk lsin (HAM) Sanksi bersifat tegas. Yaitu Yakin terhadap potensi yang pengucilan dan Pengusiran dimilikinya dan dapat Hanya mengandalakan dikembangnkan kekuatan fisik tidak dengan akal. Sehingga tidak ada perkembangan
- . Dengan perkembangan masyarakat Indonesia, menunjukan potensi konflik anatarberbagai kelompok masyarakat di Indonesia cukup besar. Faktor yang menyebabkankonflik antaralain : Harga Diri dan kebanggan kelompok terusik Adanya perbedaan pendirian atau sikap Adanya perbedaan kebudayaan yang dimiliki setiap etnis Adanya benturan kepentingan (politik,ekonomi,kekuasan) Perbuahan yang terlalau cepat sehingga mengganggu keseimbangan sistem dan kemapanan
- . Kelompok-kelompok sosial di Indosesia Adanya model kekerasan yang ditiru selama masa pemerintahan Orde Baru Adanya individu-individu dan kelompok yang bersaing untuk memperebutkan sumber-sumber daya Adanya identitas kesukuan yang diselimutiPARSUDI SUPARLAN oleh keyakinan agama yang bercorak primordial Kesukuan di Indonesia adalah sebuah ide dan kenyataan yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
- . Konflik yang terjadi saat pergantian pemerintahan dari Orde Baruke Reformasi―konflik Maluku dan Maluku Utara dan konflik etnisdi Sampit―dapat dijadikan rujukan bagaimana pengaruhkebijakan segregatif yang telah mengakar itu menyebabkan barakonflik yang dahsyat.Konflik yang memasuki era reformasi dan desentralisasi yangmengemuka sejak 1997 di pemekaran desa lombok timur. Denganadanya pergantian UUD Nomor 22 tahun 1999 memberikankesempatan untuk menunjukkan kekuatan daerahnya yang sangatberbeda dengan masa sentralisasi.Gerakan Mahasiswa Indonesia 1998 Gerakan ini menjadi konflikmonumental karena dianggap berhasilmemaksa Soeharto berhenti dari jabatan Presiden RepublikIndonesia pada tangal 21 Mei 1998.
- . Belajar dari pengalaman yang dihadapi bangsa, Membuktikanbahwa masyarakat multikulturalisme sangat dibutuhkandalam kehidupan bangsa. Mengakui adanya keragaman &keunikan serta perbedaan budaya di Indonesia , tetapi tidakmengekang kelompok lain. Ada 3 dasar yang dijadikan acuhaknpendidikan multikulturalisme : Pengakuan terhadap identitas budaya lain Adat kebiasaan dan tradisi yang hidup dalam suatumasyarakat merupakan tali pengikat kesatuanperilaku dalam masyarakat Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kelompok-
- Tahap Orientasi Para Anggota kelompok saling bertanya dan saling bertanya dan saling memberi informasi sehingga terhindar dari pemahaman atau pengertian yang keliru atar pihak2. Tahap Evaluasi yang berkepentingan Setiap anggota kelompok membahas informasi dan saling bertukar pendapat.3. Tahap Kontrol Para anggota kelompok menyarankan untuk mencari jalan keluar dalam mencapai suatu kesimpulan akhir
- . -Melalui hubungan yangharmonis antar -Multikulturalismemasyarakat,dapat digali merupakan alat untukkearifan budaya yangdimiliki oleh setiap budaya membina dunia yang aman-Munculnya rasa dan sejahterapenghargaan terhadapbudaya lain sehingga muncul - Multikulturalismesikap toleransi
Jumat, 15 Februari 2013
manusia multikultural
keanekaragaman budaya indonesia
Gamelan Jawa merupakan
Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan
pada kehidupan Transedental (Alam Malakut) "Tombo Ati" adalah salah
satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih
dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti:
Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.
Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut) "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.
Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut) "Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.
Wayang Kulit
Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan
Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa.
Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan
orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme.
Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri . Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu
Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri . Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu
Tarian Jawa
Tarian pada masa kerajaan mencapai tingkat estetis yang tinggi. Jika
dalam lingkungan rakyat tarian bersifat spontan dan sederhana, maka
dalam lingkungan istana tarian mempunyai standar, rumit, halus, dan
simbolis. Jika ditinjau dari aspek gerak, maka pengaruh tari India yang
terdapat pada tari-tarian istana Jawa terletak pada posisi tangan, dan
di Bali ditambah dengan gerak mata.
Tarian yang terkenal ciptaan para raja, khususnya di Jawa, adalah bentuk teater tari seperti wayang wong dan bedhaya ketawang. Bedhaya Ketawang adalah tarian yang dicipta oleh raja Mataram ketiga, Sultan Agung (1613-1646) dengan berlatar belakang mitos percintaan antara raja Mataram pertama (Panembahan Senopati) dengan Kangjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan/Samudra Indonesia ) (Soedarsono, 1990). Tarian ini ditampilkan oleh sembilan penari wanita.
Tarian yang terkenal ciptaan para raja, khususnya di Jawa, adalah bentuk teater tari seperti wayang wong dan bedhaya ketawang. Bedhaya Ketawang adalah tarian yang dicipta oleh raja Mataram ketiga, Sultan Agung (1613-1646) dengan berlatar belakang mitos percintaan antara raja Mataram pertama (Panembahan Senopati) dengan Kangjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan/Samudra Indonesia ) (Soedarsono, 1990). Tarian ini ditampilkan oleh sembilan penari wanita.
Keris Jawa
Keris dikalangan masyarakat Jawa dilambangkan sebagai simbol
“Kejantanan“ dan terkadang apabila karena suatu sebab pengantin pria
berhalangan hadir dalam upacara temu pengantin, maka ia diwakili sebilah
keris. Keris merupakan lambang pusaka. Di kalender masyarakat Jawa
mengirabkan pusaka unggulan keraton merupakan kepercayaan terbesar pada
hari satu sura.
Keris pusaka atau tombak pusaka, keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsur besi baja, besi, nikel, bahkan dicampur dengan unsur batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat, tetapi cara pembuatannya disertai dengan iringan doa kepada sang maha pencipta alam (Allah SWT) dengan daya spiritual oleh sang empu. Sehingga kekuatan spiritual sang maha pencipta alam itu pun dipercayai orang sebagai kekuatan magis yang dapat mempengaruhi pihak lawan menjadi ketakutan kepada pemakai senjata pusaka itu.
Keris pusaka atau tombak pusaka, keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsur besi baja, besi, nikel, bahkan dicampur dengan unsur batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat, tetapi cara pembuatannya disertai dengan iringan doa kepada sang maha pencipta alam (Allah SWT) dengan daya spiritual oleh sang empu. Sehingga kekuatan spiritual sang maha pencipta alam itu pun dipercayai orang sebagai kekuatan magis yang dapat mempengaruhi pihak lawan menjadi ketakutan kepada pemakai senjata pusaka itu.
Kethoprak
Ketoprak kalebu salah sawijining kesenian rakyat ing Jawa Tengah.
Ketoprak wis nyawiji dadi budaya masyarakat Jawa tengah lan biso
ngasorake kesenian liyane, umpamane Srandul, Emprak lan sak liyane.
Ketoprak wiwit bebukane awujud dedolanan para priyo ing dusun kang lagi
nganaake lelipur sinambi nabuh lesung kanthi irama ana ing waktu wulan
purnama ndadari , kasebut Gejog. Ana ing tembe kaering tembang
bebarengan ing kampung /dusun kanggo lelipur . Sak teruse ana tambahan
gendang, terbang lan suling, mula wiwit saka iku kasebut Ketoprak
Lesung, kira-kira kadadeyan ing tahun 1887. Sak banjure ana ing tahun
1909 wiwitan dianaake pagelaran Ketoprak kanthi paripurna/lengkap.
Pagelaran Ketoprak wiwitan kang resmi ing ngarsane masyaraket/umum, yokuwi Ketoprak Wreksotomo, dipandegani dening Ki Wisangkoro, sing mandegani kabeh para pria.
Pagelaran Ketoprak wiwitan kang resmi ing ngarsane masyaraket/umum, yokuwi Ketoprak Wreksotomo, dipandegani dening Ki Wisangkoro, sing mandegani kabeh para pria.
| Wayang Orang Wanita |
| Jumat, 04 Juli 2008 13.52 WIB Oleh: Dewi Ellya Ikayanti |
Sejumlah seniman wayang orang mementaskan salah satu babak dalam pementasan wayang orang "Srikandi-Srikandi" di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Jateng, Kamis (3/7) malam. Solo adalah nama sebuah kota di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota Solo memiliki semboyan BERSERI yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah. Selain itu Solo juga memiliki slogan pariwisata Solo the Spirit of Java yang diharapkan bisa membangun pandangan kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa. Kota Solo dikenal sebagai Kota Budaya karena banyaknya pertunjukan seni dan budaya yang ada di sini, seperti Gamelan, Tari-tarian Jawa, Wayang Kulit, Wayang Orang, yang merupakan sebagian pertunjukan budaya yang masih dilakoni dan diminati oleh masyarakat Solo. Potensi ini menjadikan Solo sebagai salah satu kota tujuan wisata, baik mancanegara maupun domestik Pergelaran wayang orang biasanya dimainkan oleh pria dan wanita sesuai tokoh yang diperani. Wayang orang wanita ini unik karena seluruh tokoh diperankan oleh para wanita yang sibuk dengan berbagai profesi. Namun mereka disatukan dengan semangat yang sama demi melestarikan budaya tradisional bangsa Indonesia. Pementasan wayang orang "Srikandi-Srikandi" di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo tersebut melibatkan sekitar 50 pemain dan pengiring musik gamelan yang seluruhnya adalah wanita. |
Malam Satu Suro
Belajar menelusuri sejarah, tradisi dan budaya yang masih melekat erat
di kalangan rakyat Ngayogyokarto Hadiningrat. Sembari jalan-jalan
menelusuri Yogyakarta di waktu malam, malam satu Suro, menjadi momen
yang tepat. Malam satu Suro, bagi sebagian orang jawa dikaitkan dengan
hal-hal mistis dan berfilosofis. Sebenarnya, diluar liputan, ada banyak
latar belakang historis peristiwa penting yang terjadi di bulan Suro,
khususnya penganut agama Islam, yang tentu saja berafiliasi dengan
kebudayaan Mataram Jawa-Hindu.
Latar belakang dijadikannya 1 Muharam sebagai awal penanggalan Islam
oleh Khalifah Umar bin Khathab, seorang khalifah Islam di jaman setelah
Nabi Muhammad wafat. Awal dari afiliasi ini, konon untuk
memperkenalkan kalender Islam di kalangan masyarakat Jawa. Maka tahun
931 H atau 1443 tahun Jawa baru, yaitu pada jaman pemerintahan kerajaan
Demak, Sunan Giri II telah membuat penyesuaian antara sistem kalender
Hirjiyah dengan sistem kalender Jawa pada waktu itu.
Waktu itu, Sultan Agung menginginkan persatuan rakyatnya untuk
menggempur Belanda di Batavia, termasuk ingin “menyatukan Pulau Jawa.”
Oleh karena itu, dia ingin rakyatnya tidak terbelah, apalagi disebabkan
keyakinan agama. Sultan Agung Hanyokrokusumo ingin menyatukan kelompok
santri dan abangan. Pada setiap hari Jumat legi,
dilakukan laporan pemerintahan setempat sambil dilakukan pengajian yang
dilakukan oleh para penghulu kabupaten, sekaligus dilakukan ziarah
kubur dan haul ke makam Ngampel dan Giri. Akibatnya, 1 Muharram (1 Suro
Jawa) yang dimulai pada hari Jumat legi ikut-ikut dikeramatkan pula,
bahkan dianggap sial kalau ada orang yang memanfaatkan hari tersebut
diluar kepentingan mengaji, ziarah, dan haul. Lebih detail tentang
riwayat malam Satu Suro bisa dibaca disini.
Tradisi Jawa
Malam hari, tanggal 19 Januari 2007, banyak orang melakukan ritual
menjelang 1 Sura tahun Jawa 1940 yang jatuh esok paginya, Sabtu Pahing,
dengan caranya sendiri-sendiri. Tidak sedikit, untuk dapat dikatakan
demikian, warga yang melakukan ritual Mubeng Beteng, hingga memacetkan lalu-lintas di seputaran kraton dan jalan protokol. Dengan Tapa Bisu,
atau mengunci mulut, tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini.
Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri
atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh, menghadapi tahun baru
di esok paginya. Kungkum atau berendam di sungai besar, sendang
atau sumber mata air tertentu, menjadi aktivitas yang menurut banyak
cerita masih mewarnai tradisi masyarakat Yogyakarta. Yang paling mudah
ditemui di seputaran Yogyakarta, yang masih menjunjung tradisi dengan
filosofis tinggi, adalah Tirakatan dan Pagelaran Wayang Kulit. Begitu pula di Pantai Parangkusumo, kawasan Parangtritis, Kretek, Bantul Yogyakarta.
Pantai Parangkusumo
Dari sekian acara yang tentu saja berlangsung di tiap pelosok
Yogyakarta, Kawasan pantai Parangtrisits, khususnya Parangkusumo,
memiliki daya tarik tersendiri di malam satu Suro. Labuhan, menjadi
ritual yang tidak asing di telinga masyarakat Jawa. Ritual ini menjadi
ritual tahunan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Parangkusumo memang
biasa menjadi tempat berlangsungya prosesi ini. Hal ini yang menarik
perhatian saya untuk berkunjung kesana di malam satu Suro. Namun,
perkiraan saya salah. Labuhan dilangsungkan pada pagi hari tanggal 15
Suro. Hal ini yang saya dapat dari penuturan warga sekitar.
Wayang dan Nyekar di Cepuri Parangkusumo, menjadi dua kegiatan utama
pada malam itu. Meski begitu, pengunjung dan masyarakat yang datang
tidak hanya disuguhi keramaian pagelaran wayang dan keheningan suasana
Cepuri yang mistis. Tumpah ruahnya pengunjung tiap tahunnya
dimanfaatkan betul oleh pedagang kembang, makanan, dan berbagai jasa
lainnya. Tukang obat tradisional, pijat tradisional dan -kalau saya
tidak salah mengartikan- “wanita pendamping” tampak bertebaran menjadi konsekuensi atas berjubelnya pengunjung.
Wayang Kulit Semalam Suntuk
Tradisi dan warisan budaya jawa ini tak pernah lepas dari tiap momen
penting, khususnya adat, di Yogyakarta. Apalagi malam satu Suro di
kawasan pantai selatan dengan segala macam pernak-pernik mistisnya.

Dijubeli ratusan pengunjung yang berbaur dengan pedagang dan hiruk
pikuknya lalu lalang kendaraan bermotor tidak mengurangi khidmatnya
pagelaran wayang malam itu.
Cepuri Parangkusumo
Merupakan area tempat bersandingnya dua batu yang dikeramatkan. Batu
Kyai Panembahan Senopati yang lebih besar terletak di sebelah selatan
batu Kanjeng Ratu Kidul, yang keduanya dipagar mengeliling dengan satu
pintu/gapura masuk.

Kembang, dupa dan sesaji menjadi obyek yang tidak lepas dari tempat
keramat macam ini. Apalagi di malam satu Suro, tidak sedikit peziarah yang datang dan berdoa di tempat ini, ditemani aroma dupa dan bunga yang menusuk hidung.


Diantara rombongan peziarah yang silih berganti masuk ke area Cepuri,
ada seorang pemuda yang dengan khusyuk nya berdoa di sebelah batu
Panembahan Senopati dengan pakaian jawa lengkap. Awalnya, saya, dan
mungkin pengunjung lain, mengira beliau adalah juru kunci. Namun, sang
juru kunci sendiri duduk bersila tepat di depan gapura setelah
pengunjung masuk. Tiap pengunjung yang masuk wajib menemui juru kunci
dan menyalakan dupa, sebelum menabur bunga dan berdoa.


Rombongan peziarah yang nampak berbeda dari sebagian lainnya adalah
rombongan peziarah dari Kraton Solo, begitu informasi dari penduduk
sekitar. Mereka menggunakan pakaian jawa lengkap dengan sesaji
dibungkus kain putih dan hijau, duduk bersila disamping dua batu
tersebut.

Puro Pakualaman
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk banyak diselenggarakan warga di
pelosok kota. Begitu pula di kawasan Puro Pakualaman Yogyakarta. Kraton
“Kedua” di kawasan Yogyakarta ini pun dihadiri warga yang ingin
menghabiskan malam satu Suro dengan tradisi tahunannya. Berbeda dengan
kawasan pesisir Parangkusumo, di Puro Pakualaman ini, warga yang hadir
hanya ditampung secara “resmi” dengan sebuah tenda. Selebihnya warung
dan pedagang kaki lima yang biasa mangkal di halaman Kraton pun tak
lepas menjadi tempat warga menikmati sajian wayang kulit.
Bahkan, warga yang datang dengan kendaraan roda dua pun enggan
beranjak dari atas sepeda motornya, dan terlihat sangat menikmati
sajian wayang kulit semalam suntuk. Begitu pula dengan penarik becak.
Masih duduk di atas sadel tempatnya mengayuh kendaraan roda tiga ini.
Bahkan kursi penumpangnya pun dijadikan tempat nyaman rekan penarik
becak lainnya untuk duduk berselimut sarung dan menikmati malam panjang
itu.


Rabu, 13 Februari 2013
Kumpulan Angkot Modifikasi
Kumpulan Angkot Modifikasi
Apkah Kalian Suka dengan modifikasi, tetapi sekarang yang lebih trend yaitu..?
mobil angkot pun sekarang kebanyakan pada di modifikasi.
di seluruh indonesia banyak terutama yaitu di Kota PADANG. dan masih banyak lagi
di PURWAKARTA, BANDUNG, GARUT, DAN MASIH BANYAK LAGI.
yok kita langsung aja liat liat foto angkot yang udah di modif.
Lets Gooo...Bray..!
Angkot di Padang kebanyakan berbasis Suzuki Carry atau Kijang kapsul. Setelah dimodif, tampilannya tak kalah dengan mobil-mobil di film The Fast and The Furious yang dibintangi Vin Diesel.
Full modifikasi, mulai body kit sampai sound system dan layar LCD, plus lampu-lampu warna-warni penghias luar dalam. Ada pula yang di-ceper-kan (rendah ke tanah). Dari depan, ada yang terlihat seperti lambang Autobot-nya Transformers, garang ala film balap penjara Death Race, atau bahkan membentuk hidung McLaren F1.
Stiker tulisan dan berbagai logo juga menghiasi sekujur badan angkot. Ala mobil balap penuh sponsor. Dan, yang unik, tidak sedikit yang memasang kamera di dalam mobil untuk mengawasi para penumpang!
Bukan satu-dua saja. Hampir semua angkot di Padang seperti itu. Jadi, kalau nongkrong di perempatan, ketika ada dua atau lebih angkot berjajar menunggu lampu menyala hijau, pemandangannya seperti garis trek lurus start/finish sebuah sirkuit. Seperti melihat prosesi start ajang balapan.
Kalau malam lebih seru lagi. Warna-warni lampu begitu mencolok. Musik hip-hop (bukan dangdut koplo) mendentum di setiap mobil, membuat semua menjadi seperti diskotek berjalan. Fasilitas luar biasa mengingat ongkosnya hanya Rp 2.000 sekali naik (bisa Rp 3.000 hingga Rp 4.000 kalau jauh).
Memang, Padang bukan satu-satunya kota yang punya angkot nyentrik di Indonesia. Balikpapan, Kalimantan Timur, juga begitu. Manado, Sulawesi Utara, juga begitu. Hanya, di Balikpapan dan Manado masih ada aliran modifikasi "agak elegan." Kalau di Padang, benar-benar ekstrem permak wajah dan dalam mobil.
Kalau dicari-cari, tidak ada yang tahu persis kapan fenomena angkot modifikasi ala balap itu dimulai. Namun, menurut Yudha Putra, 33, angkot "keren dan seksi" mulai terlihat sejak akhir 1990-an "Tapi, modifikasi ketika awal-awal itu baru sederhana. Belum seperti saat ini," kata Yudha, sopir angkot jurusan Siteba-Pasar Raya Padang, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group/JPNN).
Kijang kapsul yang dikendarai Yudha berwarna biru, keluaran 2000. Mobil itu nyaris penuh stiker. Ceper, plus variasi spoiler di depan dan belakang. Lampu di bagian depan berwarna biru kerlap-kerlip, senada dengan warna mobil. Sound system begitu mencolok, beberapa speaker besar menghiasi ruang penumpang
.
Kata Yudha, modifikasi ekstrem mungkin baru dimulai sekitar 2004. Sejak saat itu hampir semua jurusan dalam kota diisi oleh "mobil-mobil balap." Mulai saat itu juga, hiasan LCD, kamera, dan lain-lain mengisi interior.
Riko Syafrianto, 30, sopir angkot lain, menyebutkan modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika berebut penumpang. "Ada rasa bangga jika mobil yang kami bawa itu bagus dan modifikasinya mantap. Tapi, sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain," tuturnya. Riko menambahkan, modifikasi angkot ikut menentukan jumlah setoran ke juragan atau pemilik angkot. Itu juga semakin menunjukkan pentingnya modifikasi dalam menarik minat penumpang.
"Kalau modifnya sederhana, paling setorannya antara Rp 110 ribu sampai Rp 130 ribu sehari. Tapi, kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp 170 ribu per hari," ungkapnya. Pentingnya modifikasi untuk meningkatkan omzet itu ditegaskan Muhammad Dayat, 25, sopir jurusan Batas Kota-Tabing-Pasar Raya Padang. Apalagi, kalau ingin merebut segmen anak sekolah, yang merupakan pangsa pasar utama angkot.
"Orang Padang ini seleranya sangat memilih. Kalau hanya polos atau standar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah demikian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana, yang modif penuh penumpang, yang polos lebih sepi," sebut Dayat sembari menunjuk beberapa angkot yang lewat di depannya.
Modifikasi angkot adalah biaya ekstra yang "wajib" dikeluarkan pemilik dan sopir angkot. Biayanya pun bervariasi. Ada yang hanya Rp 5 juta. Ada yang lebih dari Rp 40 juta. Angkot Suzuki Carry yang disopiri Muhammad Dayat termasuk paling ekstrem, habis lebih dari Rp 40 juta.
"Bayangkan saja. Untuk sound system saja sudah Rp 28 juta. Plus perombakan bodi. Misalnya menukar ekor Suzuki Carry dengan ekor Toyota Avanza, yang habis sekitar Rp 12 juta. Belum lagi pembuatan variasi-variasi dari fiber lain untuk luar dalam," beber Dayat.
Siapa yang membiayai modifikasi" Jika pemilik angkot tidak mau mengeluarkan biaya, biasanya sopir akan mencari pinjaman. Lantas sang sopir mengangsurnya setiap hari dari potongan setoran. Tidak jarang ada sopir yang berani mendanainya sendiri. "Cuma kalau para sopir, biasanya mendanai yang ringan-ringan saja. Misalnya, memasang berbagai stiker di bodi atau boneka-boneka di bagian dalam. Yang besar-besar, juragan yang mendanai," terang Syafrion, 36, sopir angkot Tabing-Pasar Raya Padang.
Sejumlah pemilik angkot mengaku modifikasi sudah menjadi keharusan. "Kalau tidak, tidak ada sopir yang mau mengoperasikan angkot. Mereka beralasan angkot polos tidak laku," sebut Afif Syahril, 45, pemilik angkot Siteba-Pasar Raya Padang.
Pemilik angkot, seperti Afif, sebetulnya tak mau tahu soal modifikasi. "Tapi, ini sudah menyangkut pendapatan. Ya, mau bagaimana lagi. Harus!" tandasnya. Persaingan modifikasi pun memberikan berkah bagi bengkel-bengkel modifikasi di Padang. Bila bengkel di kota lain harus memburu pasar penggemar otomotif, di Padang pasar utamanya mungkin justru angkot.
Zam Januik, 40, yang kerap dipanggil dengan nama Zamzami, termasuk yang menuai keuntungan dari adu modifikasi angkot ini. Dia mengaku berinvestasi membuat toko cutting sticker EPM di Jalan Aru, Kecamatan Padang Timur, gara-gara angkot. Hendera Rahman, 46, pemilik sebuah bengkel modifikasi lain, mengaku memperoleh pendapatan lumayan. "Yang masuk bengkel saya mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 28 juta," ujarnya.

Padang: Kota Seribu Angkot Modis
Oleh Lidia K. Afrilita / pada 3 Agustus 2009 / di Padangpanjang, Sumatera Barat // 44 Komentar
Angkutan kota (angkot) merupakan alat transportasi publik yang utama digunakan di kota Padang selain bus kota.Akses yang mudah dan harga yang terjangkau membuat masyarakat kota Padang lebih memilih menggunakan jasa angkot daripada taksi ataupun ojek. Dengan kisaran harga minimal Rp.1000 hingga maksimal Rp.2500, masyarakat kota Padang dapat bepergian dengan angkot tanpa khawatir harus menunggu lama di tempat perhentian atau halte. Hal ini disebabkan karena kota Padang memiliki “halte terpanjang di dunia” alias bisa menyetop angkot di mana saja.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Padang, terdapat 2772 unit angkot di kota Padang dengan jurusan atau trayek yang berbeda-beda. Masing-masing trayek memiliki jumlah angkot yang tidak sedikit tentunya. Karena alasan banyaknya angkot untuk satu trayek yang sama, maka terjadi persaingan antar sesama supir angkot pada rute tersebut. Maka, supir angkot harus memutar otak untuk dapat menarik para penumpang. Pada dasarnya, pelayanan utama yang diberikan angkot adalah menyediakan jasa untuk mengantarkan penumpang sampai tujuan. Namun, jika penyediaan jasa angkot hanya sebatas memberikan layanan pengantaran, kecil kemungkinan bagi supir angkot untuk dapat menghadapi tantangan persaingan di antara angkot-angkot lain. Ketika mereka (supir angkot) tidak mampu bersaing, hasil yang diperoleh pun dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan baik target setoran ataupun biaya operasional (perawatan dan BBM).

pengahsilan supir angkot harus bisa menutup biaya setoran
Menanggapi permasalahan persaingan diatas, para supir mencermati kebutuhan dan permintaan pelanggan atas pelayanan angkot. Dengan mencermati golongan manakah yang paling dominan menggunakan angkot, para supir mencari celah untuk dapat meningkatkan pelayanan mereka yakni dengan memberikan pelayanan tambahan sesuai target pelanggan sehingga menjadi daya tarik angkot mereka.
Kehidupan kini semakin maju, begitupun dengan selera masyarakat yang semakin tinggi.Mayoritas penumpang angkot di kota Padang adalah remaja atau anak muda. Pada dasarnya, anak muda menginginkan hal-hal yang berbau aesthetic and amusement (keindahan dan kesenangan), tak terkecuali dalam hal memilih angkot. Inilah faktor lain yang menjadi pertimbangan mereka dalam memilih angkot.
Salah satu cara yang dilakukan oleh para supir angkot di kota Padang untuk meraih penumpang adalah dengan bersaing mendandani angkot mereka sedemikian rupa . Para supir berlomba untuk mendesain eksterior dan interior mobil mereka yang diberi berbagai macam aksesoris dan modifikasi body mobil. Jika biasanya bagian luar angkot dicat dengan warna polos, di kota Padang banyak ditemui angkot dengan beragam air brush. Tidak cukup dengan gambar air brush saja, para supir juga menambahkan berbagai stiker pada bagianbody luar mobil.
Jika kota Bogor dikenal sebagai kota seribu angkot, maka kota Padang dikenal sebagai kota seribu angkot modis.Disamping pemberian gambar dan stiker tadi, para supir tidak segan-segan memodifikasi performa body mobil mereka. Hal ini dapat dilihat melalui modifikasi velg, wing, dan suspensi mobil. Beragam bentuk dan ukuran velg dapat kita temukan di angkot kota Padang. Perbedaan velg ini mengakibatkan adanya perbedaan ketinggian angkot sehingga tak jarang kita temukan angkot-angkot berukuran “ceper” seperti tampilan mobil sedan. Pada sisi samping dan bagian belakang mobil akan ditemukan berbagai macam bentuk sayap mobil sehingga penampilan angkotnya seperti mobil balap. Agar para penumpang tetap nyaman menikmati perjalanan, para supir mengatur ukuransuspensi angkot mereka. Hal ini dilakukan agar mobil tidak mengalami goncangan yang kuat ketika melewati permukaan jalan yang kasar.

- bagian dalam dilengkapi speaker, VCD, dan alat elektronik lainnya
Perombakan bagian eksterior saja belumlah cukup untuk meningkat daya tarik mobil mereka. Pada bagian interior mobil, mereka memodifikasi bahan dasar bantalan tempat duduk. Bentuk motifdan warna bantalan tempat duduk disesuaikan dengan warna interior angkot. Disamping itu, untuk mengisi kekosongan pada ruang tertentu mereka menambahkan berbagai bentuk miniatur, seperti miniatur hutan dengan menggantungkan daun-daun, boneka binatang, dan pohon-pohon buatan lainnya.
Untuk memberikan pelayanan lebih kepada penumpang, para supir angkot melengkapi kendaraan mereka dengan berbagai alat elektronik yang rata-rata merupakan barangsecond. Tak hanya tape ataupun VCD, bahkan banyak yang menyediakan televisi layar sentuh (touch screen), camera TV, MP3 player, MP4 player ditambah speaker unik ribuan watt yang mereka rakit sendiri. Seisi angkot pun menjadi ruangan full music dengan penampilan luar dalam yang menarik. Sehingga tidak salah jika di sebuah surat kabar lokal disebutkan bahwa angkot-angkot di kota Padang “karnaval setiap hari”.

Selain itu, kreatifitas lainnya dapat dilihat dari bunyi klakson mobil yang bervariasi dan sangat unik. Semua usaha kreatif ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian penumpang sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan si supir angkot.
Persaingan dalam bidang jasa angkot di kota Padang sangat tinggi. Sehingga untuk tetap bertahan, para supir angkot haruslah memiliki kecakapan dalam melihat minat pasar, yaknipenumpang. Hal ini terbukti bahwa angkot-angkot yang memberikan pelayanan lebih ini mampu menarik lebih banyak minat penumpang daripada angkot yang biasa-biasa saja. Datayang diperoleh dari para supir angkot bahwa rata-rata penghasilan per hari supir yang membawa angkot biasa kira-kira 300-400 ribu. Sedangkan supir angkot yang memodifikasi armadanya berkisar antara 400-600 ribu. Dari kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa para supir angkot mendandani mobil-mobil mereka membuahkan hasil yang positif, yaitu kenaikan pendapatan per hari.

- modifikasi berhasil menambah penghasilan supir angkot
Lewat aksesoris-aksesoris angkot mereka, para supir dapat mengekspresikan diri mereka secara total lewat cara yang unik dan menarik yang sekaligus menarik perhatian penumpang.Fenomena ini dapat berpotensi menjadi salah satu aset daerah yang dapat menarik para wisatawan baik domestik maupun asing. Tapi hal ini berbanding terbalik dari pemerintahan kota sendiri terutama oleh Dinas Perhubungan, karena modifikasi angkot ini menimbulkan bahaya terhadap keamanan penumpang saat di jalan jara raya dan tidak sesuai dengan standar uji kelayakan mobil angkot.
SEKIAN DULU YA GAN
BILA ADA KESALAHAN KOMEN AJA...DI TUNGGU..!
Langganan:
Postingan (Atom)




